Saturday, October 2, 2010

KISAH RASULULLAH DAN PENGEMIS BUTA

Bacalah cerita ini, sebuah kisah yang membuatkan airmata saya mengalir. Mengenangkan akhlak Rasul Allah Muhammad s.a.w yang agung.

Di sudut sebuah pasar di Madinah Al-Munawarah, ada seorang pengemis Yahudi yang buta, setiap hari memberitahu orang yang lalu-lalang di situ supaya - "Jangan dekati Muhammad, dia itu seorang gila, pembohong dan tukang sihir. Kalau kalian mendekatinya, kalian akan dipengaruhinya". Di sebaliknya, tanpa pengetahuannya setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan kepada pengemis itu sambil pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya setiap hari hinggalah menjelang kewafatan baginda.

Setelah wafatnya Rasulullah, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari Abu Bakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "Ada lagikah sunnah Rasullullah yang belum aku kerjakan?" Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayahanda, engkau adalah seorang ahli sunnah. Hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayahanda lakukan kecuali satu hujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta", kata Aisyah r.ha.

Keesokan harinya Abu Bakar r.a. pergi ke pasar itu dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Ketika Abu Bakar r.a menyuapkannya, si pengemis itu marah sambil berteriak, "Siapakah kamu ?" Abu Bakar r.a menjawab, "Aku orang yang biasa datang". "Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. "Kalau orang yang biasa datang itu memberiku makanan, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa datang itu selalu menyuapkan makanan padaku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut barulah diberikan pada ku. Abu Bakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu. Aku adalah salah seorang daripada sahabatnya. Orang yang mulia itu telah tiada lagi. Dialah Muhammad Rasulullah SAW."

Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, "Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan makanan setiap pagi. Dia begitu mulia," Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar r.a.

1 comment:

jaa rased said...

sedihnye...walay=upun dihina..rasullah tetp sabar..ya allah..adakah aku mampu..tuhn sj yg tahu